Jumat, 25 November 2016

Behind The Scene : The Frozen Heart of The Lord Part II

Sedikit curhat mengenai kelanjutan fic projectku ini. Sejauh ini di FFn sendiri TFHOTL sudah menanjak di chap 32 dimana arc ini merupakan titik balik kehidupan SesshoSaku diluar dari istana Bulan. Hidup sebagai orang biasa, lebih manusiawinya Sesshomaru walau dia yokai.

Sebenarnya di bagian ini aku pengen mengulas banyak soal unsur budaya di Jepang pada masa itu yang kusisipkan di TFHOTL. Tapi kalau dipikir-pikir mungkin aku bisa menjelaskannya lain waktu, atau reader bisa mencarinya sendiri di mbah google.

Aku ingin membahas mengenai tema fic ini, life isnt like a fairytale. Karena aku masukin unsur kehidupan nyata di sini, kl hidup tidak selamanya di atas.

Dan di sini aku menyadari bahwa banyak makna yang bisa kuberikan kepada pembaca. Dari sini juga aku sadar kalau semua cerita pasti memiliki hikmahnya sendiri,

Seperti di fic ini, aku menekankan pada kesetiaan terhadap pasangan, sama seperti Sesshomaru yang setia pada istrinya entah untuk Rin yang sudah meninggal atau Sakura yang masih hidup. Semuanya memiliki porsi sendiri-sendiri.

Lalu segala hubungan yang diawali setelah pernikahan lebih aman dan bermoral, walau justru kehidupan yang sebenarnya adalah setelah menikah. Perselingkuhan sebagai hal memalukan dianggap aib di masa itu sehingga g semurah perselingkuhan di era sekarang, itu jadi atmosfir yang membuat setting lawas lebih kerasa greget.

Jiwa rela berkorban untuk orang yang kita sayangi, dan bersikap dewasa sebagai pribadi baik yang mampu menyelesaikan masalah. Bahwa kehidupan pun juga tak selamanta diatas, ada saat ketika kita berada di bawah.

Well, sebenarnya banyak yang pengen kujelasin dari hikmat yang secara sengaja g sengaja kuselipin di dalamnya. Harapan sih reader g hanya menikmati fans service dan roman picisannya, tapi juga menikmati proses dan bisa mengambil hikmahnya.

Mencerahkan Wajah dengan Beras

Halo, kali ini aku ngasih info sederhana tentang tips kecantikan.

Yang pasti murah banget dan gampang di dapat! Yup, apa itu?! Yaitu cara mencerahkan wajah dengan beras.

Nasi adalah makanan pokok di Indonesia, asal nasi sebelum di masak bernama beras. Padi yang ditanam petani di sawah setelah dipanen disebut beras. Jadi beras dapat didapatkan di semua tempat, bisa ditoko, swalayan atau di sawah pas musim panen.

Kegunaan dari beras sendiri macam-macam, selain sebagai pengenyang perut, bahan makanan tapi juga bermanfaat untuk perawatan kecantikan. Perawatan kecantikan yang kubahas ini adalah cara menyegarkan, memuluskan kulit wajah dengan beras.

Caranya mudah, saat mencuci beras yang akan dimasak menjadi nasi. Pada cucian beras, air yang digunakan akan jadi keruh dengan warna putih. Yup, itu adalah air pati dari beras dan itulah yang punya manfaat sebagai perawatan kecantikan.

Jadi pisahkan air cucian beras tadi, jangan dibuang. Diamkan beberapa menit dan kemudian gunakan untuk membasuh muka dan biarkan kering dengan sendirinya sehingga air pati meresap di pori-pori kulit wajah.

Nah mudah kan, sist?!!

Oh ya, aku menggunakan metode ini setiap hari satu kali disela-sela masak nasi.

Yup sampai jumpa di postingan yang lain (^^)//

Selasa, 01 November 2016

Behind The Scene : The Frozen Heart of The Lord Part I

Udah lama pengen ngepost behind the scene soal project fanficku, THE FROZEN HEART OF THE LORD, yup first fic crossover antara fandom Inuyasha dan Naruto ini sukses bikin aku jatuh cinta dengan crack pair Sesshomaru & Sakura Haruno.

Project fic ini serius, jadi bener-bener kukerjakan dengan niat. Yup just for have fun of course, because I love writing :3

Tema fic ini adalah Life isnt like a fairytale, jadi akan banyak plot twist yang muncul dengan penyesuaian setting dan latar belakanh dari main chara. Canon future fans version untuk IY fandom dan AU utk Naruto Fandom.

Kisah ini dimulai dari setting 200 tahun setelah final arc di anime/manga Inuyasha. Masing-masing hidup dengan bahagia dari rombongan Inuyasha, tapi di fic ini lebih disorot dalam sudut kisah Sesshomaru, kakak Inuyasha.

Setelah menikah dengan Rin yang sudah dewasa. Sang daiyokai akhirnya kehilangan cinta setelah Rin meninggal karena sakit di usianya yang ke 40. Memutuskan untuk menjemput pertempuran agar dapat mati terhormat sebagai petarung dan dapat bertemu dengan Rin di alam sana. Sesshomaru meninggalkan negerinya, hingga saat ia terluka parah akibat pertarungan, pertemuannya dengan seorang maiko atau calon geisha bernama Haruno Sakura mengubah kehidupannya. Hatinya yang sempat membeku karena kehilangan cinta selepas kematian Rin mulai kembali meleleh.

Sang daiyokai jatuh cinta pada sang maiko, dan keduanya menyadari perasaan masing-masing setelah Sakura menguncapkan perpisahan saat upacara mizuagenya tiba. Sesshomaru kemudian membawanya pergi dari Okiya dan menjadikan perempuan itu pendamping hidupnya. Membawanya menuju barat tempat istana bulan berada dan Sesshomaru kembali memimpin negerinya bersama Sakura sebagai permaisuri.

Tapi kehidupan mereka tidak lantas berakhir bahagia seperti kisah di negeri dongeng. Ada banyak hal yang akan terjadi yang akan menguji cinta mereka, dan bagaimana Sakura dapat bertahan dalam posisinya sebagai permaisuri barat? Apakah Sesshomaru mampu memimpin negerinya di tengah gejolak yang dihadapi?

Kisah konflik klasik ala cerita kolosal membuat aku semangat menggerjakan fic ini. Jadi aku berusaha sebaik mungkin untuk memberikan atmosfir era feudal. Dengan melakukan beberapa riset kecil juga tentunya karena di ficku ini aku juga berusaha mengiring pembaca untuk memahami kehidupan pada era saat itu.

Karena kebanyakan respon yang kudapatkan, banyak reader yang masih terpaku pada tema maisntream percintaan ala modern dimana dibumbui drama perselingkuhan lebay ala sinetron. Dan lucunya banyak beberapa reader yg berusaha menyetir alur menuju ke sana, yup dan saat kukabulkan tapi dengan plot yang berbeda. Beberapa protes lho, LoL

Oh ya yang membuatku kagum sama atmosfir era kolosal, yaitu ketatmya peraturan di masa itu. Dan yang menarik adalah cara jiwa mereka bisa survival dari peraturan-peraturan itu. Mereka ingin memberontak, tapi enggak bisa. Jadi intinya cara hidup yang g sebebas sekarang lah yg bikin tema ini menarik. Perjuangan mereka yang bisa dijadikan inspirasi, dan beberapa hikmah bisa diambil dari kisah mereka.

Yup di bagian selanjutnya aku masih bercuit-cuit lagi soal project ini. Memang terkesan g penting sih haha, tapi silakan dibaca aja buat tambahan informasi.

Minggu, 25 September 2016

Finally Im Back

Hai Everyone, long time no see?!

Hai, sudah lama enggak nangkring di sini. Dan sekian kalinya aku mutusin buat sedikit memperkenalkan diri dalam dunia perfanfickan. Pennameku Kazama Sakura di FFn dan juga wattpad.

Tapi untuk saat ini aku lebih fokus dengan fanfic daripada orific. Kali ini ada satu project serius dimana aku mau namatin fic crossoverku dari fandom Inuyasha dan Naruto. Oke ini kesannya ga penting sih, tapi aku mungkin nanti ngasih beberapa behind the scene dari fanfic ini.

Khusus di project kali ini aku memang serius ngetik tanpa embel-embel berburu review dan aku pure karena passion. Kecintaanku pada fic ini bermula dari jatuh cintanya aku pada chara Sesshomaru dari fandom Inuyasha, dan karena ngebet pengen bikin fic tapi ga tahu harus pake chara cewek siapa, maka aku make chara Sakura dari Naruto karena lebih familiar. Dan ga nyangka juga akhirnya NGEFEEL!!

Btw ga cuma dari chemistry chara yang dapet, aku juga sampe riset kecil-kecilan biar bisa dapet atmosfir cerita. Terinspirasi juga dari beberapa fic luar dan fic sendiri.

Yup bagi yang penasaran bisa lihat ficku itu di FFn dengan penname Kazama Sakura, dengan judul fic

THE FROZEN HEART OF THE LORD

Selamat membaca, di beberapa waktu kedepan mungkin aku bakal up behind the scene dibalik pembuatan fic ini.

Kamis, 16 April 2015

A Girl Under Cherry Blossom Tree

Let see...



Category: Anime/Manga » Naruto Author: Kazama Sakura Language: Indonesian, Rating: Rated: K+ Genre: Spiritual/General >> Masashi Kishimoto

.
.
Helai-helai bunga sakura nampak berterbangan di sela-sela angin yang tertiup. Bunyi bel sekolah bergema di seluruh pelosok, anak-anak yang sebelumnya serius dalam menyimak pelajaran mulai bersorak dan membereskan peralatan tulis mereka. Kemudian saling bertegur sapa sembari meninggalkan kelas.
Sebentar saja kelas itu telah kosong.
Sosok jakung itu masih terduduk diam di sudut bangku, maniknya yang serupa bulan menerawang kosong. Kemudian ia bangkit dan membereskan peralatan tulisnya. Kancing seragamnya ia buka sedikit sehingga hawa sejuk segera menyapa tubuhnya yang terasa gerah. Tangannya meraih sebuah sapu, penghapus dan alat-alat kebersihan lain. Dengan telaten ia membersihkan ruangan kelas yang nampak sepi itu.
Selalu seperti ini setiap minggunya, ketika hari piketnya teman-temannya yang lain memang lebih memilih segera pulang dan melimpahkan segala tanggung jawab mereka padanya.
Hyuuga Hinata bukanlah laki-laki yang memiliki banyak teman. Ia bahkan cenderung pendiam dan pemalu, sehingga tak sedikit orang yang melakukan bully padanya. Dan Hinata menerima semua perlakuan mereka dengan lapang dada.
Katakanlah ia adalah lelaki yang lemah, namun Hinata punya alasan tersendiri tentang hal tersebut. Ia hanya tak ingin membuat masalah, dan berakhir dengan hukuman tak menyenangkan bahkan beasiswa yang sudah susah payah ia dapatkan bisa saja dicabut jika ia terlibat keributan.
Hinata hanyalah siswa miskin yang hidup mandiri, tergantung dari beasiswa selama mengenyam pendidikan. Dia bukanlah pribadi yang special, hanya seorang lelaki biasa yang hidup apa adanya.
Pekerjaannya baru saja selesai setelah angka menunjukkan pukul empat sore, langit masih terlihat terang, dan ia segera membereskan tasnya. Melangkah keluar kelas setelah meletakkan peralatan kebersihan di tempatnya. Kaki-kakinya yang panjang melangkah melewati lorong, ia berhenti di sebuah loker miliknya.
"Haah, dasar!" ia berdecak, ketika sadar sepatunya telah lenyap entah kemana. Ini pasti pekerjaan anak-anak yang memang hobi membully dirinya.
Tak banyak hal yang bisa ia lakukan, ia akhirnya melangkah kembali ke dalam sekolah melangkah menuju ruang Tata Usaha.
"Permisi?"
Sesosok petugas nampak masih berada di sana. "Ya, ada apa? ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas itu ramah. Hinata segera mengambil kertas yang tersedia di kotak keluhan yang memang telah disediakan.
"Sepatumu hilang lagi ya? Hyuuga-san?" petugas yang seorang perempuan dengan surai coklat itu nampak melihat Hinata dengan raut iba. Ini sudah kesekian kalinya lelaki itu melaporkan keluhan atas kelihangan sepatu di jam pulang sekolah.
"Iya Matsuri-sensei…" jawab Hinata. "Jika sepatu saya ketemu, saya akan datang ke sini!" pintanya.
Matsuri mengangguk, "saya akan melaporkannya kepada Utakata sensei, jika sepatumu tidak ketemu maka akan saya proses agar diganti dengan yang baru!"
"Arigatou, ne! Matsuri-sensei!" ucap Hinata.
"Sama-sama Hyuuga-san!" balas Matsuri. "Ah, hari sudah mulai beranjak sore. Pulanglah sebelum langit menjadi gelap!" tegurnya. Hinata membungkuk sejenak dan melangkah meninggalkan ruang tata usaha.
Hinata kembali ke loker miliknya, ia melepas sepatu khusus milik sekolah yang memang disediakan. Sepatu miliknya hilang, sehingga ia harus rela bertelanjang kaki selama perjalanan menuju rumahnya. Rumahnya memang tak terlalu jauh dari sekolah, hanya perlu berjalan selama 20 menit.
Selama perjalanan pulang, Hinata lebih banyak diam, sesekali bersiul untuk membunuh rasa bosan. Sampai akhirnya ia berhenti ketika sebuah kelopak sakura tiba-tiba berjatuhan di wajahnya.
"Na-nani?" ia mengerutkan alis penuh keheranan. Manik bulannya memicing bingung, ia perhatikan helai bunga sakura tersebut dan menoleh ke sana-sini untuk menemukan pohon
sakura terdekat. Namun ia tidak menemukan apa-apa… hanya pohon-pohon hijau biasa dan sebuah pohon tua tanpa dedaunan yang berada di tengah-tengah padang bunga.
Pohon tua yang nampak kesepian… seperti dirinya.
Dan Hinata memutuskan untuk berlalu…
.
.
Keesokan harinya, tidak ada yang berubah. Ia tetap pulang di bagian akhir setelah kelas sepi, dan kali ini sepatunya yang telah hilang telah kembali. Utakata sensei berkata sepatunya ditemukan di gedung peralatan olah raga, entah bagaimana bisa sepatu itu berada di sana. tapi Hinata bersyukur hari ini ia tak perlu pulang dengan bertelanjang kaki.
Kali ini ia kembali melewati jalan yang biasa ia lewati saat berangkat dan pulang sekolah, dan ketika ia tengah mengadah kepada langit, kelopak-kelopak sakura kembali berjatuhan di wajahnya. Hinata mengernyit bingung dan kembali menoleh untuk menemukan dari mana kelopak sakura itu berasal. Hingga tatapannya beralih pada pohon tua di tengah-tengah padang bunga.
Tak jauh berbeda dengan kemarin, hanya saja tampak sesosok gadis yang berdiri di depan pohon tua itu. surai panjang sepinggang miliknya nampak berkibar tertiup angin, dan yang membuat Hinata terpana adalah ketika sadar bahwa surai gadis itu berwarna-
-merah muda?!
Hinata nampak terdiam sesaat, sampai ia putuskan untuk berlalu karena ia tak mengenal gadis itu.
.
.
Esoknya Hinata berangkat lebih pagi karena sekolahnya tengah mengadakan festival budaya, dan ia harus membereskan beberapa pekerjaan kemarin yang tersisa sebelum class meeting dimulai. di tengah larinya yang nampak tergesa sekilas Hinata melirik padang bunga tempat pohon tua itu. alisnya terangkat ketika melihat sosok gadis bersurai merah muda itu masih berdiri di sana.
"Apa… yang gadis itu lakukan di sana?" gumamnya heran.
.
.
Esoknya dan esoknya lagi, entah kenapa Hinata selalu menemukan sosok gadis itu di dekat batang pohon tua di tengah-tengah padang bunga. Setiap ia berangkat dan pulang sekolah gadis itu selalu berada di sana, selalu di sana dan seperti tak pergi ke mana-mana. Dan hal itu membuat Hinata mulai penasaran.
Kakashi sensei baru saja mengakhiri kelasnya, semua murid-murid segera membereskan peralatan tulis mereka. Tak lama kemudian bel tanda pulang sekolah berbunyi dan sosok Hinata tetap terpaku kepada jendela. Pikirannya melayang pada sosok gadis yang selalu berada di bawah pohon tua di padang bunga itu.
Siapa gerangan gadis misterius itu?
"Aku akan menghampirinya!" putus Hinata kemudian. Ia segera membereskan peralatan tulis miliknya. Dan berjalan tergesa meninggalkan sekolah.
Kali ini ia kembali melewati padang bunga itu, namun yang membuatnya mengerutkan kening ketika tak ia temukan sosok gadis yang biasanya berada di sana. hanya desau angin dan goyangan bunga-bunga di padang tersebut yang nampak. Dan Hinata merasa sedikit kecewa. namun ia tak patah arang, kakinya melangkah menuju batang pohon tua tersebut.
Tak ada yang istimewa dengan pohon tua itu. hanya dedaunan yang tak nampak di ranting-rantingnya yang seolah telah lama mati. Sampai samar-samar Hinata melihat sebuah coretan kasar yang tampak lapuk di batang pohon itu.
"Sa-ku…" Hinata berusaha mengeja, namun ia tak bisa membaca kelanjutan coretan di batang pohon itu. setelah memperhatikannya dengan seksama, Hinata tak lagi menemukan hal menarik dari batang pohon itu dan ia putuskan untuk pulang.
.
Gadis itu tak pernah lagi kelihatan, Hinata memutuskan untuk tak lagi ambil pusing. sampai beberapa hari kemudian ketika ia melewati kembali padang bunga itu. Hinata menangkap sosok gadis yang tengah bersandar di batang pohon itu. si gadis tiba-tiba menatap Hinata dan menampakkan senyum lembut yang sangat ramah.
Seketika Hinata hanya mampu terpaku, gadis it uterus tersenyum lembut seolah mengundangnya untuk mendekat. Sejak beberapa hari ini Hinata merasa sangat penasaran, karena itu ia memberanikan diri menghampiri gadis itu, mumpung saat ini ia kebetulan bertemu dengan gadis itu.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Hinata. Gadis itu tahu-tahu telah memunggunginya dan kembali menatap batang pohon tersebut.
"Aku… menunggu seseorang…" jawab gadis tersebut dengan suara lembut yang lirih.
Keheningan kemudian melingkup mereka, Hinata tampak mengaruk pipinya dengan kikuk.
"Emmm… emm… ngomong-ngomong namaku Hyuuga Hinata, mau kenalan?" tawarnya. Gadis itu sedikit menoleh dan tersenyum lembut.
"Haruno Sakura, ne, salam kenal!" balas gadis itu. Hinata tersenyum dan kemudian menghempaskan pantatnya di rerumputan di bawah pohon tersebut.
"Ngomong-ngomong sebenarnya beberapa hari ini aku sering melihatmu sendirian di bawah pohon tua ini!" Hinata mulai berkata. "Aku jadi penasaran, maksudku apa yang kau cari di sini?" tanyanya.
Gadis itu tak menjawab, hanya sepasang manik klorofilnya yang seolah menyorot kosong.
"Aku melihatmu setiap pulang dan berangkat sekolah, maksudku karena arah rumahku lewat sini!" ucap Hinata.
"Aku… menunggu seseorang…" gadis itu berucap lirih, nampak sedih dan tangan mungilnya mengusap batang pohon tersebut.
"Kekasihmu? Atau Kakakmu?" tanya Hinata penasaran.
"Seseorang… yang berharga bagiku." Sakura nampak murung, gadis itu kemudian mendudukkan dirinya di samping Hinata. "Saat berpisah, kami berjanji akan bertemu kembali di sini, dan aku selalu menunggu dan menunggu, namun dia tidak pernah datang. Seseorang yang sangat berharga bagiku…!"
Hinata hanya mampu terdiam membisu. "Kau pasti kesepian… lalu di mana kau tinggal?" tanya Hinata.
Sakura menatap manik bulan lelaki itu dan mengulum senyum, "tak jauh dari sini, kurasa…" jawabnya ambigu. Dan Hinata sadar sepertinya gadis itu tak berniat sedikitpun menjawab basa-basi yang ingin ia lontarkan. Sakura seolah hanya ingin tenggelam dalam penantiannya yang berkepanjangan.
Angin bertiup-tiup pelan, waktu seolah melambat dan Hinata memperhatikan wajah Sakura dari samping. Yang mampu ia tangkap adalah raut kesepian dari sosok gadis bersurai merah muda itu. kesepian dan rasa sedih yang sangat mendalam. Hinata tak mengerti, seperti ada tangan tak kasat mata yang meremas hatinya, seperti rasa sedih si gadis menular padanya.
"Ne, Hyuuga-san… apakah kau pernah mendengar sebuah cerita?" gadis itu tiba-tiba bertanya.
Hinata hanya mampu mengangkat alisnya tak mengerti. "Cerita tentang apa?"
"Tentang roh pohon sakura yang katanya bisa mengabulkan permohonan?"
Hinata menatap gadis itu tak mengerti. Sampai gadis itu melanjutnya, "konon, dari semua sakura-sakura yang mekar di musim semi, ada salah satu yang didiami oleh seorang peri.
Pohon itu akan mengabulkan satu permintaan untuk seseorang yang berhasil menemukannya!" kata Sakura.
Hinata tak bergeming. Kemudian ia menatap langit. Sampai ia sadari Sakura telah berdiri memunggunginya, rambut merah mudanya berkibar. Bersamaan dengan sosok gadis itu yang tiba-tiba diselimuti oleh helai-helai kelopak sakura. Sakura tiba-tiba menoleh dan mengumbar senyum lembut.
"Arigatou ne, aku senang bisa bertemu denganmu lagi, Hinata!" ujar Sakura. Hinata hendak bangkit menghampiri gadis itu, namun kemudian semuanya terasa memutih dan Hinata sudah tak ingat apa-apa lagi.
.
.
"SAKURA?!" ia terlonjak bangun. Tau-tau ia telah tertidur dengan posisi duduk. Hinata melihat sekelilingnya, ternyata ia tertidur di bawah pohon yang berada di tengah padang bunga. Hari telah beranjak malam, dan Hinata melihat bulan purnama nampak menyinari padang bunga tersebut. Lelaki itu beranjak dan berniat untuk pulang.
"Ada apa ini?" ia bergumam tak mengerti, sampai tiba-tiba angin bertiup dan Hinata tersadar ketika kelopak-kelopak sakura berjatuhan di kepalanya. Ketika ia mendongak, ia melihat ranting-ranting yang penuh dengan bunga-bunga sakura yang tengah mekar. Sungguh indah ketika sakura-sakura tersebut mulai berguguran perlahan-lahan.
"Haru… no Sakura?" ia bergumam lirih.
.
.
Suara gesekan sapu dengan tanah terdengar seirama, Hinata tengah membersihkan halaman rumahnya. Sesekali ia melihat ke arah langit, entah kenapa bayangan gadis bersurai merah muda itu selalu muncul. Senyum gadis itu dan suara lembutnya yang terasa taka sing baginya. Apakah dia pernah bertemu dengan Sakura sebelum ini?
Tiba-tiba sosok nenek Chiyo berjalan pelan di dekat pagar rumahnya. Nenek Chiyo menyapa Hinata, dan pemuda itu membalasnya.
"Kemarin tumben sekali kau pulang terlambat, nak Hinata?" tanya nenek Chiyo.
"Ah, saya menemani seorang teman, jadi sedikit terlambat!" jawab Hinata. Nenek Chiyo nampak tersenyum.
"Kau pasti sering melewati padang bunga itu kan?" tanya nenek Chiyo. Hinata mengangguk. "Apakah kau tahu cerita tentang pohon tua yang berada di tengah padang bunga itu?" tanya nenek Chiyo lagi. Hinata hanya mengeleng pelan.
"Konon, pohon itu adalah pohon sakura pengabul permohonan." Ucap nenek Chiyo, "Jaman dahulu, sepasang kekasih mengikat janji mereka di bawah pohon sakura tersebut. Sang gadis dan kekasihnya berpisah di sana, dan berjanji akan bertemu di tempat yang sama. Namun sang lelaki harus gugur di medan perang, dan tidak pernah kembali. Sang gadis yang tak mengetahui bahwa kekasihnya telah mati, terus menunggu dan menunggu!"
"Pohon itu adalah saksi bisu penantian si perempuan, perempuan itu menunggu kekasihnya seperti sebuah permintaan yang akhirnya di luluskan oleh sang roh sakura, konon bahkan setelah berabad-abad gadis itu terus menunggu kekasihnya."
Hinata hanya mampu terpaku di tempat.
"Perempuan itu adalah seorang gadis cantik denga surai panjang merah muda, sejak lama ia meninggal dan tubuhnya terkubur di bawah pohon sakura tersebut. Sayangnya sudah sejak lama sekali pohon sakura itu mati, sehingga tak ada lagi bunga-bunganya yang bermekaran. Pohon itu tak pernah di tebang. Dan katanya setiap musim semi, sosok perempuan itu akan menampakkan diri untuk menunggu kekasihnya." Nenek Chiyo mengakhiri ceritanya.
Bersamaan dengan sosok renta itu yang berlalu pergi. entah kenapa Hinata hanya mampu terdiam, terpaku di tempat dan manik bulannya nampak menyorot lurus. Dari kejauhan ia melihat sosok perempuan bersurai merah muda panjang yang tengah mengulum senyum misterius.
.
.
"pohon sakura di tengah padang bunga itu adalah pohon tempat roh sakura mengabulkan permohonan, jika satu permohonan tak juga terkabul. Maka pohon itu akan mati dengan membawa serta permohonan itu untuk selamanya, sampai permohonan itu terkabul di masa mendatang."
"seorang gadis memohon agar ia bisa bertemu dengan kekasihnya yang telah lama gugur dalam perang. Namun gadis itu bukanlah gadis yang baik hati. Ia tak pernah lelah dengan penantiannya, dan akhirnya rohnya tertutupi oleh niat jahat."
.
.
Fin!

Minggu, 12 April 2015

Cara Menyamarkan Mata Panda





Mata panda biasanya menjadi momok yang tidak menyenangkan, terutama bagiku apalagi di sekitar bawah mata yang sedikit menghitam membuat kesan terlihat “mengantuk” dan “sakit”. Nah, setelah sharing di google bebeapa waktu lalu aku pernah menemukan cara menyamarkan mata panda dengan sederhana.
Dan setelah kupraktekkan beberapa kali hasilnya cukup memuaskan, walau tidak benar-benar menghilangkan bekas mata panda tapi setidaknya untuk sementara mata panda bisa tersamarkan.
Berikut cara sederhana yang sudah kupraktekkan, dan aku ingin membaginya pada para pembaca/pengunjung blog ini. :D

Pertama yang kubutuhkan :
-         Pelembab
-         Foundation
-         Bedak tabur

Fungsi dari tiap-tiap peralatan di atas yaitu :

-         Pelembab
Agar kulit tidak kering saat diberikan foundation dan bedak tabur, gunakanlah pelembab sebagai dasarnya agar kulit tetap lembab.

-         Foundation
Foundation berfungsi sebagai alas bedak yang nantinya digunakan setelah pelembab, nah foundation lah yang berfungsi utama menyamarkan mata panda.

-         Bedak Tabur
Digunakan setelah menggunakan foundation, agar warna putih di wajah bisa merata. Kenapa tidak menggunakan bedak padat? Karena bedak tabur lebih nyaman digunakan dan tidak menimbulkan jerawat, walau bedak padat bisa digunakan tapi aku menyarankan bedak tabur saja agar wajah tidak timbul jerawat.

Cara menyamarkan mata panda, yaitu :
1.        Ini adalah mata yang belum diberikan apapun, terlihat jelas bukan mata panda di bawah mata dan kerutan kecil di sekitarnya.

2.      Pertama pastikan wajah bersih dari keringat dan air, kemudian usapkan pelembab (gunakan pelembab ke seluruh wajah, karena ini sebenarnya hanya tips dasar sebelum melakukan make up wajah)

3.      Setelah pelembab diusapkan rata di semua area muka, kemudian oleskan foundation di bawah mata khususnya di area mata panda. (Sebenarnya bisa fundation bisa digunakan di semua area wajah, tapi agar tidak terkesan tebal/menor, aku sarankan cuma di sekitar area mata panda agar terkesan natural) kemudian ratakan hingga menyatu dengan warna kulit.


4.      Kemudian yang terakhir gunakan bedak tabur secara merata ke seluruh wajah sehingga mata panda bisa tersamarkan. 

Nah, begitulah tips di atas. Tips yang kuberikan ini hanyalah tips dasar sebelum wajah diberikan make up. Setelah itu kalian bisa menambahkan eyeliner/eyeshadow di kelopak mata agar terlihat cantik. Make up sederhana ini bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari khususnya saat kuliah atau sekolah. XD

Kamis, 18 September 2014

MY LIFE MY STYLE





Wah, wah, karena ga terlalu aktif di dumay jadinya walau punya blog akhirnya Cuma nganggur, sampe berdebu gini yah. ;D
#bersihbersihsudutyangberdebu
Tujuan membuat blog sebenarnya sederhana, hanya ingin berbagi informasi dengan teman-teman di dumay. Oke sekarang saya lebih suka membahas tentang hobi, my life and my style, saya lebih suka hal berbau jejepangan, tapi juga enggak memungkiri kalau saya juga sangat cinta produk dalam negeri. Kali ini saya mau membalas satu hobi saya, yaitu membaca.



Membaca apa sih?
Membaca artikel, buku, novel dan manga, komik, kalau pelajaran agak malas ya hehe...
Kenapa lebih tertarik sama novel/manga daripada buku pelajaran?
Sebenarnya memang malas#plak well, untuk alasan pribadi lihat waktunya dulu ya. Menurutku bacaan buku pelajaran lebih pas untuk dikhususkan pas topik berat semisal di sekolah atau saat belajar, jadi bukan saat yang santai.
Suka baca novel? Sejauh ini, novel jenis apa yang digemari?
Untuk novel terserah bisa novel terjemahan atau novel lokal, tinggal melihat genre dan plot dari novel tersebut. Sejauh ini aku lebih enjoy dengan novel teenlit, tapi ga berbelit, novel lebih banyak mengandung slice of life, jadi aku bisa ambil sisi pesan dari novel itu.
Suka jejepangan, berarti pernah baca manga dong?
Sering malahan, bisa dibilang aku udah kecanduan manga kali ya, haha, tau enggak, manga di Indonesia biasa di sebut komik, tapi buat para pecinta jepang seperti aku ini lebih enak menyebutnya dengan manga. Kenapa? Karena Indonesia ternyata sudah punya komik sendiri lho, jadi biar gampang bedainnya, mending disebut saja sesuai nama asal dari komiknya.
Tapi kalo untuk umum/awam, aku bakal bilang komik jepang untuk manga dan komik indonesia untuk komik buatan dalam negeri.
Apa sih bagusnya komik Indonesia itu?
Sejauh ini menurutku lebih ke plot ceritanya yang sederhana, banyak mengandung pesan moral, percintaanpun enggak dieksplor sevulgar manga jepang. Walau dari segi art, Indonesia masih belum memiliki style sendiri, sekilas komik Indonesia memang enggak jauh beda dengan manga jepang.
Terus bagaimana cara bedain komik Indonesia dengan manga Jepang?
Kalo aku sih, pertama lihat penerbitnya. Komik Indonesia setahuku yang paling gencar nerbitin itu penerbit Koloni, tapi sekarang ada komik kompilasi yang juga menerbitkan komik Indonesia, Re:On. Ada juga dari penerbit mizan dan muffingraphic. Tapi yang paling sering aku dapetnya dari penerbit koloni dan re:on.
Terus lihat dari pengarangnya, biasanya memakai nama lengkap asli Indonesia, namun ada juga yang makai penname. terus lihat plotnya juga.
Dari segi art, proporsi mata dan postur tubuh karakternya seimbang, jadi mata enggak terlihat terlalu besar dan bodinya enggak terlalu kurus. Walau kebanyakan genre komik Indonesia lebih ke genre untuk cewek, untuk seri action walau ada tapi agak susah dicari.
Kalau mau lebih mudah nyari komik lokal ada baiknya ikutin aja seri Re:On, hehe kesannya kaya promosi ya, tapi emang menurutku ini kesempatan bagus agar negara Indonesia juga bisa maju dalam dunia perkomikan. Tahu enggak, di era 70an, komik asli negara kita ini pernah berjaya lho.
Boleh tau ga, genre apa sih yang disuka?
Aku suka semua genre, tapi sejauh ini aku lebih suka romance dan slice of life, comedy dan school life.
Soal manga, bisa kasih rekomendasi?
Sejauh yang aku tahu, manga yang pesan moralnya bagus itu Naruto, terus ring of god, dan masih banyak lagi, maaf ya enggak bisa sebutin salah satu, karena pasti pengetahuan teman-teman soal manga pasti lebih banyak.
Kalo soal komik, bisa kasih rekomendasi?
Rata-rata komik Indonesia oneshot ya, jadi langsung tamat, coba deh baca I want to live, pelangi di naugan mentari, flower rhapsody dan masih banyak lagi, mungkin suatu hari aku bakal kupas satu persatu manga/komik yang sudah aku baca.
Jika harus milih, lebih suka mana? Manga jepang atau komik Indonesia?
Wah, wah kalau ini rasanya berat deh buatku, soalnya hidupku susah jauh dari kedua hal itu. Aku suka manga karena memang sejak dulu aku suka itu, manga yang ngenalin aku sama dunia maya, teman sesama J-lover dan manga juga yang ngenalin aku sama jejepangan, hehe aku juga belajar membaca dari manga lho.
Kalo komik Indonesia, itu karena kecintaanku sama negeri ini, aku ingin negeri ini maju, dan enggak kalah sama negara lain. Untuk konsep art memang masih mengikuti tren ala jepang ya, dan mungkin komik indonesia belum terlalu dikenal luas. Tapi aku yakin, Indonesia juga bisa menghasilkan komik sendiri, malu ah kalau saya tinggal di indonesia tapi lebih menjunjung produk luar negeri.
Jadi porsi harus seimbang, kecintaanku sama jejepangan enggak bikin aku lupa sama Indonesia.
Pernah enggak merasa kecewa saat membaca manga/novel/komik?
Pernah, apalagi kalo plotnya ternyata terlalu njelimet sampe-sampe aku pusing sendiri. Misalnya aku pernah baca novel terjemahan yang akhirnya aku sendiri enggak paham jalan ceritanya. Haha, walau sampe habis bacanya tapi tetep aja enggak menikmati alur cerita karena terlalu berputar-putar.
Pernah juga langsung berhenti di tengah jalan, karena tokoh di dalam novel itu absurd, itu novel teenlit sih, tapi aku eneg sama tokoh utamanya yang terlalu mary sue, terlalu drama queen.
Kalo manga kecewanya pas dapet cerita yang isinya terlalu ajaib, jadi Cuma terkesan sepele banget, misalnya ada manga yang isinya pacaran, pacaran dan pacaran, padahal cowoknya Cuma modal tampang doang, tapi si cewek walau sudah disiksa/dilecehkan tetep aja jatuh cinta.
Atau plotnya yang terkadang g nyambung, setting awal adalah sebuah sekolah, kemudian para tokoh utama terlempar di dunia roh. Sayangnya manganya hanya oneshot yang terkesan dipaksakan.
Kalau untuk komik, mungkin cuma untuk komik bervolume harus ekstra sabar menunggu dan harus menahan kekecewaan jika komiknya discontinue.
Saat ini, apa masih rutin beli manga/komik/novel?
Kalo rutin sih enggak juga ya, Cuma terkadang aja... aku udah batesin berapa manga yang harus aku beli sama novel juga. Sekarang untuk novel stop dulu, kecuali kalo emang novelnya bagus dan bikin penasaran. Soalnya harga novel termasuk mahal dibandingkan komik/manga.
Kalo manga aku juga membatasi, soalnya lemari udah penuh. Aku batesin untuk manga shonen Cuma ngumpulin Naruto yang sudah bersambung lama, karena manga shonen kebanyakan pasti bersambung, kalo manga shoujo aku juga batesin lihat sinopsisnya dulu jadi g asal nyomot.
Kalo komik lokal saat ini enggak aku batesin karena komik lokal memang terbatas.
Apa sih bedanya manga shonen dan shoujo?
Manga sebenarnya dibagi dalam banyak genre umur, tapi yang paling umum dibedakan menjadi dua jenis, yaitu shonen (khusus cowok) dan shoujo (khusus cewek). Genre yang paling umum dimanga shoujo biasanya romance, dan juga gambar karakter lebih kelihatan cantik, beda dengan manga shonen yang lebih diutamakan actionnya.
Terus yang paling gampang dibedakan, kebanyakan manga shonen itu bisa bersambung panjang, kalo manga shoujo kebanyakan oneshot, walau ada yang bersambung, tapi kayaknya Cuma 1-2 vol, pokoknya enggak sampai di atas sepuluh vol, kecuali manganya terkenal sih...
Pernah enggak, merasa bosan sama manga/komik?
Pernah lah ya, kayak sekarang aku rada bosan sama manga kebanyakan, jadi sekarang aku lebih fokus ke komik lokal. Soalnya manga shonen volumenya banyak, jadi musti sabar nunggu terbitnya, terus lemari bisa penuh Cuma buat satu seri judul. Kalo manga shoujo, rada bosan soalnya plotnya absurd, rasanya udah g jaman buat umurku sekarang #maklumlahudahkuliah. Jadinya aku ngerasa Cuma ngayal aja, yah emang manga kan isinya fiksi ya, jadi enggak bisa disamain sama dunia nyata. Tapi, aku ngerasa g ada pesan moral yg bisa aku ambil, jadi buat apa aku susah-susah beli.
Palingan sekali baca aku Cuma mikir, “oh gitu toh?” terus teronggok di sudut lemari untuk waktu yang sangat lama.
Alasan aku lebih suka komik lokal, karena komik lokal lebih banyak mengandung slice of life. Yang bisa bikin aku dapet pesan moral, karena untuk manga shoujo, untuk dapetin yang bener-bener mengandung slice of life aku harus teliti.
.


.
Wah, enggak terasa ya ternyata pembahasannya lumayan panjang. Moga-moga teman-teman bisa mengambil sisi positif dan postinganku kali ini, semakin dewasa kita semakin tahu kenyataan, pada akhirnya manga/anime yang dulu jadi bagian dari hidup kita bisa saja akhirnya terlupakan. Karena semua itu hanyalah fiksi jadi anggapan hal-hal tersebut hanya berupa hiburan semata, seperti apa yang kurasakan sekarang.
Aku sendiri enggak tahu, apakah suatu hari aku akan meninggalkan dunia manga-komik ini, atau aku akan terus seperti ini?
Nah, semoga teman-teman bisa membedakan sedikit apa itu bedanya manga jepang dan komik Indonesia, bisa lebih selektif memilih jenis manga/komik yang sesuai dengan selera, dan bisa lebih mengerti tentang komik Indonesia.