Sedikit curhat mengenai kelanjutan fic projectku ini. Sejauh ini di FFn sendiri TFHOTL sudah menanjak di chap 32 dimana arc ini merupakan titik balik kehidupan SesshoSaku diluar dari istana Bulan. Hidup sebagai orang biasa, lebih manusiawinya Sesshomaru walau dia yokai.
Sebenarnya di bagian ini aku pengen mengulas banyak soal unsur budaya di Jepang pada masa itu yang kusisipkan di TFHOTL. Tapi kalau dipikir-pikir mungkin aku bisa menjelaskannya lain waktu, atau reader bisa mencarinya sendiri di mbah google.
Aku ingin membahas mengenai tema fic ini, life isnt like a fairytale. Karena aku masukin unsur kehidupan nyata di sini, kl hidup tidak selamanya di atas.
Dan di sini aku menyadari bahwa banyak makna yang bisa kuberikan kepada pembaca. Dari sini juga aku sadar kalau semua cerita pasti memiliki hikmahnya sendiri,
Seperti di fic ini, aku menekankan pada kesetiaan terhadap pasangan, sama seperti Sesshomaru yang setia pada istrinya entah untuk Rin yang sudah meninggal atau Sakura yang masih hidup. Semuanya memiliki porsi sendiri-sendiri.
Lalu segala hubungan yang diawali setelah pernikahan lebih aman dan bermoral, walau justru kehidupan yang sebenarnya adalah setelah menikah. Perselingkuhan sebagai hal memalukan dianggap aib di masa itu sehingga g semurah perselingkuhan di era sekarang, itu jadi atmosfir yang membuat setting lawas lebih kerasa greget.
Jiwa rela berkorban untuk orang yang kita sayangi, dan bersikap dewasa sebagai pribadi baik yang mampu menyelesaikan masalah. Bahwa kehidupan pun juga tak selamanta diatas, ada saat ketika kita berada di bawah.
Well, sebenarnya banyak yang pengen kujelasin dari hikmat yang secara sengaja g sengaja kuselipin di dalamnya. Harapan sih reader g hanya menikmati fans service dan roman picisannya, tapi juga menikmati proses dan bisa mengambil hikmahnya.