Kamis, 18 September 2014

MY LIFE MY STYLE





Wah, wah, karena ga terlalu aktif di dumay jadinya walau punya blog akhirnya Cuma nganggur, sampe berdebu gini yah. ;D
#bersihbersihsudutyangberdebu
Tujuan membuat blog sebenarnya sederhana, hanya ingin berbagi informasi dengan teman-teman di dumay. Oke sekarang saya lebih suka membahas tentang hobi, my life and my style, saya lebih suka hal berbau jejepangan, tapi juga enggak memungkiri kalau saya juga sangat cinta produk dalam negeri. Kali ini saya mau membalas satu hobi saya, yaitu membaca.



Membaca apa sih?
Membaca artikel, buku, novel dan manga, komik, kalau pelajaran agak malas ya hehe...
Kenapa lebih tertarik sama novel/manga daripada buku pelajaran?
Sebenarnya memang malas#plak well, untuk alasan pribadi lihat waktunya dulu ya. Menurutku bacaan buku pelajaran lebih pas untuk dikhususkan pas topik berat semisal di sekolah atau saat belajar, jadi bukan saat yang santai.
Suka baca novel? Sejauh ini, novel jenis apa yang digemari?
Untuk novel terserah bisa novel terjemahan atau novel lokal, tinggal melihat genre dan plot dari novel tersebut. Sejauh ini aku lebih enjoy dengan novel teenlit, tapi ga berbelit, novel lebih banyak mengandung slice of life, jadi aku bisa ambil sisi pesan dari novel itu.
Suka jejepangan, berarti pernah baca manga dong?
Sering malahan, bisa dibilang aku udah kecanduan manga kali ya, haha, tau enggak, manga di Indonesia biasa di sebut komik, tapi buat para pecinta jepang seperti aku ini lebih enak menyebutnya dengan manga. Kenapa? Karena Indonesia ternyata sudah punya komik sendiri lho, jadi biar gampang bedainnya, mending disebut saja sesuai nama asal dari komiknya.
Tapi kalo untuk umum/awam, aku bakal bilang komik jepang untuk manga dan komik indonesia untuk komik buatan dalam negeri.
Apa sih bagusnya komik Indonesia itu?
Sejauh ini menurutku lebih ke plot ceritanya yang sederhana, banyak mengandung pesan moral, percintaanpun enggak dieksplor sevulgar manga jepang. Walau dari segi art, Indonesia masih belum memiliki style sendiri, sekilas komik Indonesia memang enggak jauh beda dengan manga jepang.
Terus bagaimana cara bedain komik Indonesia dengan manga Jepang?
Kalo aku sih, pertama lihat penerbitnya. Komik Indonesia setahuku yang paling gencar nerbitin itu penerbit Koloni, tapi sekarang ada komik kompilasi yang juga menerbitkan komik Indonesia, Re:On. Ada juga dari penerbit mizan dan muffingraphic. Tapi yang paling sering aku dapetnya dari penerbit koloni dan re:on.
Terus lihat dari pengarangnya, biasanya memakai nama lengkap asli Indonesia, namun ada juga yang makai penname. terus lihat plotnya juga.
Dari segi art, proporsi mata dan postur tubuh karakternya seimbang, jadi mata enggak terlihat terlalu besar dan bodinya enggak terlalu kurus. Walau kebanyakan genre komik Indonesia lebih ke genre untuk cewek, untuk seri action walau ada tapi agak susah dicari.
Kalau mau lebih mudah nyari komik lokal ada baiknya ikutin aja seri Re:On, hehe kesannya kaya promosi ya, tapi emang menurutku ini kesempatan bagus agar negara Indonesia juga bisa maju dalam dunia perkomikan. Tahu enggak, di era 70an, komik asli negara kita ini pernah berjaya lho.
Boleh tau ga, genre apa sih yang disuka?
Aku suka semua genre, tapi sejauh ini aku lebih suka romance dan slice of life, comedy dan school life.
Soal manga, bisa kasih rekomendasi?
Sejauh yang aku tahu, manga yang pesan moralnya bagus itu Naruto, terus ring of god, dan masih banyak lagi, maaf ya enggak bisa sebutin salah satu, karena pasti pengetahuan teman-teman soal manga pasti lebih banyak.
Kalo soal komik, bisa kasih rekomendasi?
Rata-rata komik Indonesia oneshot ya, jadi langsung tamat, coba deh baca I want to live, pelangi di naugan mentari, flower rhapsody dan masih banyak lagi, mungkin suatu hari aku bakal kupas satu persatu manga/komik yang sudah aku baca.
Jika harus milih, lebih suka mana? Manga jepang atau komik Indonesia?
Wah, wah kalau ini rasanya berat deh buatku, soalnya hidupku susah jauh dari kedua hal itu. Aku suka manga karena memang sejak dulu aku suka itu, manga yang ngenalin aku sama dunia maya, teman sesama J-lover dan manga juga yang ngenalin aku sama jejepangan, hehe aku juga belajar membaca dari manga lho.
Kalo komik Indonesia, itu karena kecintaanku sama negeri ini, aku ingin negeri ini maju, dan enggak kalah sama negara lain. Untuk konsep art memang masih mengikuti tren ala jepang ya, dan mungkin komik indonesia belum terlalu dikenal luas. Tapi aku yakin, Indonesia juga bisa menghasilkan komik sendiri, malu ah kalau saya tinggal di indonesia tapi lebih menjunjung produk luar negeri.
Jadi porsi harus seimbang, kecintaanku sama jejepangan enggak bikin aku lupa sama Indonesia.
Pernah enggak merasa kecewa saat membaca manga/novel/komik?
Pernah, apalagi kalo plotnya ternyata terlalu njelimet sampe-sampe aku pusing sendiri. Misalnya aku pernah baca novel terjemahan yang akhirnya aku sendiri enggak paham jalan ceritanya. Haha, walau sampe habis bacanya tapi tetep aja enggak menikmati alur cerita karena terlalu berputar-putar.
Pernah juga langsung berhenti di tengah jalan, karena tokoh di dalam novel itu absurd, itu novel teenlit sih, tapi aku eneg sama tokoh utamanya yang terlalu mary sue, terlalu drama queen.
Kalo manga kecewanya pas dapet cerita yang isinya terlalu ajaib, jadi Cuma terkesan sepele banget, misalnya ada manga yang isinya pacaran, pacaran dan pacaran, padahal cowoknya Cuma modal tampang doang, tapi si cewek walau sudah disiksa/dilecehkan tetep aja jatuh cinta.
Atau plotnya yang terkadang g nyambung, setting awal adalah sebuah sekolah, kemudian para tokoh utama terlempar di dunia roh. Sayangnya manganya hanya oneshot yang terkesan dipaksakan.
Kalau untuk komik, mungkin cuma untuk komik bervolume harus ekstra sabar menunggu dan harus menahan kekecewaan jika komiknya discontinue.
Saat ini, apa masih rutin beli manga/komik/novel?
Kalo rutin sih enggak juga ya, Cuma terkadang aja... aku udah batesin berapa manga yang harus aku beli sama novel juga. Sekarang untuk novel stop dulu, kecuali kalo emang novelnya bagus dan bikin penasaran. Soalnya harga novel termasuk mahal dibandingkan komik/manga.
Kalo manga aku juga membatasi, soalnya lemari udah penuh. Aku batesin untuk manga shonen Cuma ngumpulin Naruto yang sudah bersambung lama, karena manga shonen kebanyakan pasti bersambung, kalo manga shoujo aku juga batesin lihat sinopsisnya dulu jadi g asal nyomot.
Kalo komik lokal saat ini enggak aku batesin karena komik lokal memang terbatas.
Apa sih bedanya manga shonen dan shoujo?
Manga sebenarnya dibagi dalam banyak genre umur, tapi yang paling umum dibedakan menjadi dua jenis, yaitu shonen (khusus cowok) dan shoujo (khusus cewek). Genre yang paling umum dimanga shoujo biasanya romance, dan juga gambar karakter lebih kelihatan cantik, beda dengan manga shonen yang lebih diutamakan actionnya.
Terus yang paling gampang dibedakan, kebanyakan manga shonen itu bisa bersambung panjang, kalo manga shoujo kebanyakan oneshot, walau ada yang bersambung, tapi kayaknya Cuma 1-2 vol, pokoknya enggak sampai di atas sepuluh vol, kecuali manganya terkenal sih...
Pernah enggak, merasa bosan sama manga/komik?
Pernah lah ya, kayak sekarang aku rada bosan sama manga kebanyakan, jadi sekarang aku lebih fokus ke komik lokal. Soalnya manga shonen volumenya banyak, jadi musti sabar nunggu terbitnya, terus lemari bisa penuh Cuma buat satu seri judul. Kalo manga shoujo, rada bosan soalnya plotnya absurd, rasanya udah g jaman buat umurku sekarang #maklumlahudahkuliah. Jadinya aku ngerasa Cuma ngayal aja, yah emang manga kan isinya fiksi ya, jadi enggak bisa disamain sama dunia nyata. Tapi, aku ngerasa g ada pesan moral yg bisa aku ambil, jadi buat apa aku susah-susah beli.
Palingan sekali baca aku Cuma mikir, “oh gitu toh?” terus teronggok di sudut lemari untuk waktu yang sangat lama.
Alasan aku lebih suka komik lokal, karena komik lokal lebih banyak mengandung slice of life. Yang bisa bikin aku dapet pesan moral, karena untuk manga shoujo, untuk dapetin yang bener-bener mengandung slice of life aku harus teliti.
.


.
Wah, enggak terasa ya ternyata pembahasannya lumayan panjang. Moga-moga teman-teman bisa mengambil sisi positif dan postinganku kali ini, semakin dewasa kita semakin tahu kenyataan, pada akhirnya manga/anime yang dulu jadi bagian dari hidup kita bisa saja akhirnya terlupakan. Karena semua itu hanyalah fiksi jadi anggapan hal-hal tersebut hanya berupa hiburan semata, seperti apa yang kurasakan sekarang.
Aku sendiri enggak tahu, apakah suatu hari aku akan meninggalkan dunia manga-komik ini, atau aku akan terus seperti ini?
Nah, semoga teman-teman bisa membedakan sedikit apa itu bedanya manga jepang dan komik Indonesia, bisa lebih selektif memilih jenis manga/komik yang sesuai dengan selera, dan bisa lebih mengerti tentang komik Indonesia.

WISATA RAMBUT MONTE BLITAR





















WISATA RAMBUT MONTE
Kebetulan hari ini saat bosan-bosannya sore, sekeluarga rekreasi ke rambut monte. Ini termasuk desitnasi wisata yang masuk kabupaten blitar, wisata rambut monte masih satu wilayah dengan Gandusari kayaknya. Hehe maklum lah, soalnya aku orangnya buta arah :P
Langit masih terang, namun sinar mentari telah tergelincir kea rah barat. Menunjukkan waktu menujukkan angka setengah empat sore. Suasana pintu masuk desinasi wisata ini nampak lenggang, namun tidak menyurutkan keinginan untuk segera masuk dan melihat-lihat.  begitu masuk ke dalam gapura, kami sudah disambut oleh sepasang pasangan yang tengah berdua di dalam kurungan.
Sepasang monyet yang tengah bermuram durja sepertinya haha
Wisata ini terletak di desa Krisik, Gandusari kurang lebih 30 km dari Kota Blitar. Walau tempat parkir rambut monte nampak lenggang, ternyata lumayan banyak remaja yang nongkrong di sana, beberapa ekor anjing liar nampaknya juga berkeliling sembari berpatroli dan sesekali menghampiri pengunjung untuk menarik jatah makanan. :D
Karena takut dengan anjing jadi aku segera menyingkir, oke aku takut anjing karena suatu trauma di masa kecil. Kembali ke topik! Menuruni undakan demi undakan menuju bawah sana, kemudian segera sebuah telaga nampak. Telaga tersebut adalah salah satu daya tarik objek wisata ini, karena di telaga atau sumber air itu sebenarnya sangat istimewa.
Keistimewaannya yaitu terdapat banyak hiu tawar  yang juga katanya disebut ikan dewa yang besar-besar di sana, konon siapapun tidak diperbolehkan memancing atau menangkap hiu tawar tersebut, kabarnya bisa menyebabkan kematian. Hiu tawar di situ memang lumayan besar, walau tidak sebesar hiu di laut sih hehe, tapi ukurannya sekitar sepaha orang dewasa dan panjangnya mungkin sekitar 60 cm meter an atau lebih.
Ditengah kolam atau danau itu, juga ada sesuatu yang menarik, dasar kolam di tengah-tengah sana berwarna biru yang katanya adalah sumber air kolam tersebut. Ada juga sebuah gazebo yang bisa digunakan pengunjung untuk bisa melihat tengah kolam yang berwarna biru lebih dekat.
Daerahnya masih asri karena berada di pegunungan, udaranya sejuk dan air kolam tersebut sangat bening sehingga pengunjung bisa melihat hiu tawar dengan lebih jelas.
Sayangnya ada beberapa hal menurutku, perawatan destinasi wisata ini sepertinya tidak terlalu di perhatikan, padahal pegunjung pun ditarik tiket masuk.
Gazebo  yang menjorok ke tengah kolam tidak terurus sehingga jembatan penghubung antara gazebo dengan pinggir kolam nampak rusak dan berlubang sehingga membahayakan jika ada pengunjung yang apes dan tercebur ke kolam. Walaupun ketinggian kolam kuperkirakaan hanya sekitar satu meteran, tapi tetap saja siapa yang mau menceburkan diri di tengah-tengah hiu tawar yang lebih dari satu itu. :D
Selain itu jalan setapaknya juga banyak yang sudah retak-retak, itu bisa membuat pengunjung jatuh tersandung jika sedang apes-apesnya. :D
Destinasi wisata ini bisa menjadi pilihan, selain tiketnya murah sekitar 3000 per orang, kita juga bisa refreshing mata karena penampakan alamnya masih asri. Selain itu di wisata rambut monte juga terdapat peninggalan candi yang merupakan tempat pemujaan bagi penganut agama Hindu pada zaman kerajaan Majapahit  yang sepertinya terdapat patung dengan rambut monte, mungkin karena itu di situ disebut wisata rambut monte.


Senin, 19 Mei 2014

Serunya Action di Movie Tekken : Blood Vengeance

Add caption
Tekken: Blood Vengeance (鉄拳 ブラッド・ベンジェンス Tekken Buraddo Benjensu) adalah sebuah film animasi 3D dari seri game Tekken. 

Plot cerita berlangsung di alur cerita alternatif  antara peristiwa Tekken 5 dan Tekken 6, dimulai dengan Anna Williams menyiapkan umpan untuk saudarinya, Nina Williams, yang saat ini bekerja dengan pemimpin baru dari Mishima Zaibatsu  , Jin Kazama. Anna, di sisi lain, bekerja untuk ayah Jin, Kazuya Mishima dan organisasi saingan, G Corporation. Keduanya mencari informasi tentang seorang siswa bernama Shin Kamiya, dan Anna mengirimkan siswa Cina, Ling Xiaoyu untuk bertindak sebagai mata-mata, sementara Jin mengirim robot humanoid Alisa Bosconovitch untuk tujuan yang sama.
Selama investigasi mereka, Xiaoyu dan Alisa membentuk persahabatan, menyadari bahwa satu sama lain bekerja untuk memata-matai Shin Kamiya, meskipun mereka dipaksa untuk berbalik melawan satu sama lain ketika Shin ditangkap oleh penyerang tak dikenal. Saat ini terungkap bahwa Alisa seorang cyborg - meskipun Alisa percaya dia memiliki kualitas manusia setelah ia  mampu merasakan kehidupan Xiaoyu. Setelah bertarung satu sama lain dan mereka berdamai, Alisa dan Xiaoyu mendapat serangan oleh Anna dan pasukannya, mereka pun bertarung dan akhirnya berhasil kabur. Ditengah perburuan oleh Anna dan para pasukan G Corporation, Alisa dan Xiaoyu bersembunyi di rumah guru mereka, Lee Chaolan.



ketika mereka mulai sadar, ada yang tak beres pada misi yang mereka emban. Alisa dan Xiaoyu memutuskan untuk memyusup ke dalam Politeknik Mishima, dan menemukan kenyataan bahwa Shin target mereka adalah kelinci percobaan sel M.
Xiaoyu dan Alisa akhirnya menemukan percobaan genetik telah dilakukan pada Shin dan teman-teman sekelasnya, dan percaya bahwa keluarga Mishima mencari Shin, satu-satunya yang selamat dari subjek gen M, untuk keabadian nya. Setelah berhasil lolos dari serangan Anna, Xiaoyu dan Alisa bergerak menuju istana Kyoto tempat Shin berada. Dan mereka dikejutkan oleh kemunculan Jin Kazama, Kazuya Mishima dan Heihachi Mishima. Shin menyerang Heihachi untuk membalaskan perbuatannya, namun naas Shin akhirnya tewas di tangan Heihachi sendiri.

  Jin kemudian meninggalkan, mengatakan Xiaoyu bahwa ia menanti tantangan di masa depan.
Film berakhir dengan Alisa dan Xiaoyu kembali di festival sekolah mereka dengan perencanaan pasangan untuk memasukkan Raja berikutnya Iron Fist Tournament.


 




Pemain

Jin Kazama                                                                  











Alisa Boscovitch                                 
 
Anna William
Kazuya Mishima
 
Shin Kamiya
 
Heihachi Mishima
 
Ganryu
 
Lee Chaolan
 
Panda 
 
Devil Jin
 
Devil Kazuya
Movie ini sangat menarik, gambar 3D-nya yang sangat realistis membuat beberapa scene dan gerakan terlihat sempurna, apalagi dengan desain karakter yang tampan-tampan dan ganteng-ganteng. XD
Awalnya aku enggak terlalu tahu tentang game Tekken, tapi setelah melihat movie ini aku tertarik banget, apalagi setelah itu aku jadi ngefans sama Jin Kazama. Kyaaa!!! XDXDXD
Movie ini secara garis besar menceritakan konflik dalam keluarga Mishima, terutama antara Heihachi, Kazuya dan Jin yang terus saja berseteru untuk saling membunuh. Padahal mereka masih memiliki hubungan darah, si ganteng Jin Kazama adalah anak dari Kazuya Mishima dan cucu dari Heihachi Mishima.
Dibalik kekerenen scene action battle antara ketiga Mishima, ada juga little romance yang bikin terharu antara Alisa Bosconovitch dan Shin Kamiya, serta Lee Chaolan yang bikin gemes dengan trade mark-nya “Excellent!” itu XD
Sayangnya di sini ada satu hal yang kurang tepat, yaitu konflik berkepanjangan antara ketiga generasi Mishima yang tidak juga selesai. Sebagai satu keluarga seharusnya harus lebih menyayangi dan menghormati, sosok Jin yang sangat ingin membunuh sang ayah sebenarnya kurang tepat karena sebagai anak seharusnya seperti apapun sang ayah kita harus menghormatinya. Begitupula untuk Kazuya yang sangat ingin membunuh Heihachi, ayahnya.
Dan sebagai seseorang yang sudah tua sebagai Heihachi, seharusnya tidak terus menerus terbelenggu akan nafsu dan kekuatan. Heihachi sangat angkuh dan sombong serta kejam, itulah yang menjadikan Kazuya membencinya. Heihachi lah awal mula perseteruan ketiga generasi Mishima ini yang tak kunjung berakhir.
Heihachi ingin membunuh anak dan cucunya untuk kekuasaan, sedangkan Kazuya ingin membunuh ayahnya untuk membalas dendam karena sang Ayah tega melemparnya dari atas tebing sampai-sampai Kazuya melakukan perjanjian dengan iblis untuk bertahan hidup, sementara Kazuya juga ingin membunuh sang anak karena iblis dalam dirinya menginginkan kekuatan milik sang anak yang juga memiliki kekuatan iblis turunan dari sang ayah sendiri, hal itu juga tak jauh berbeda dengan Jin yang ingin membunuh ayah dan kakeknya untuk menghentikan garis darah iblis dari sang Ayah, kemudian berkeinginan untuk bunuh diri agar keturunan Mishima berakhir.
Yang juga menarik di sini, yaitu sosok pemeran utama cewek Ling Xiaoyu dan Alisa Boscovitch, perasaan Xiaoyu yang ingin menolong Jin terlihat jelas dari sikapnya, kemungkinan Xiaoyu memiliki perasaan terhadap sahabatnya ini. dalam seri game, Xiaoyu memang sahabat Jin saat masih bersekolah di politeknik Mishima, sampai akhirnya Jin drop out kemudian menghilang. Sayangnya saat scene Xiaoyu berkata kalau dia merindukan sahabatnya yang secara tak langsung merujuk kepada Jin Kazama, Alisa berkata apakah Xiaoyu jatuh cinta kepada orang tersebut. Xiaoyu mengelak dengan mengatakan mereka hanyalah teman dekat.
Selain itu sosok Alisa yang manis dan polos, wajar saja karena Alisa adalah seorang robot yang bisa berekpresi seperti manusia.
Karena di game ini terkesan sangat real, wajah Kazuya yang berusia 49 an terlihat lebih cakep. Awalnya aku sempet kepikiran, mana yang anak mana yang bapak, atau Kazuya dan Jin sebenarnya saudara. Sempet kepikiran enggak mungkin kalau Kazuya bapaknya Jin, ternyata beneran! :P
Jin dalam model devil memang masih kelihatan mendingan daripada Kazuya dalam mode devil. Tapi menurutku Jin model devil yang di game kelihatan lebih keceh dan seksi XD aura badass-nya memancar. Kalo versi devil di movie ini wajahnya kelihatan lebih calm dari wujud manusianya.
Menurutku yang lucu dari Jin itu rambutnya yang model pantat bebek itu lho, XD aaa aku emang ngepens sama karakter yang rambutnya emo, seperti Noctis di FF 15 ato Saskey di Naruto. Tapi Saskey udah ada yang punya sih jadi ga masuk hitungan!
Tapi emang beneran Jin Kazama bikin aku langsung jatuh cinta XD #peyukJinKazama
Saran movie ini layak banget untuk ditonton, karena scene actionnya yang bagus dan realistic banget. Dijamin bakalan langsung jatuh cinta! XD

ini beberapa screenshot dari awal sampai akhir :